Pemuda Silampari

Tentang Bisnis Online ID Survei

http://bit.ly/2fJ6ao5 




Banyak sekali bisnis online yang berkembang di indonesia, mulai dari bisnis online HYIP, investasi, multilevelmarketing, bisnis online reseller, dan banyak lagi.
Semua bisnis pastilah rawan resiko, tidak sedikit bisnis online yang scam alias penipuan yang mengakibatkan member merugi dan sangat rugi. Tapi jangan takut masih banyak bisnis lain yang terbukti membayar membernya. Contoh bisnis yang saya ikuti adalah bisnis idsurvei.com ini .


Pada bisnis survei ini, tugas seorang member hanyalah menjaring sebanyak-banyaknya data dari internet melalui link url nya. Untuk itu kita diberikan link survei khusus yang bisa teman-teman netter sebar ke sosial media seperti Facebook, Twitter, atau yang hobi blogger bisa posting di blog, kaskus dan lain sebagainya.



Ilustrasi jika melakukan pensurvei-an :


Pengalaman saya ikut bisnis ini adalah bisnis yang paling  mudah dari semua bisnis yang pernah saya ikuti, mengapa dibilang mudah? Karena Bisnis ini bukan MLM ,jadi tidak dapat member pun tetap santai dengan pendapatan yang pasti cair .

Oh ya pasti bertanya-tanya apa itu idsurvei.com ?
idsurvei.com adalah bisnis online sekaligus kantor digital dimana mereka mencari data dari para netter seperti anda ini, untuk apa data yang diisi para netter? Banyak sekali perusahaan yang semula perusahaan offline berubah haluan menjad online, karena melihat pasar online lebih menjanjikan. Untuk menentukan langkah kedepan yang lebih baik maka mereka mau membayar data-data hasil survei para netter ini .


Penghasilan kita sebagai member cukup memuaskan, karena di idsurvei ini tiap data yang kita survei dibayar mahal, sebesar Rp 2.000,- /survei. Wah pasti para netter tergiur kan? Pasti ,bayangkan 1hari jika para netter bisa menjaring data sebanyak 100 survei, netter sudah di bayar Rp 200.000  loh?

Untuk gajian di idsurvey itu tiap tanggal 14, 15, 16 seperti ini :






Apakah idsurvei.com ini MLM? jawabnya TIDAK, meskipun para netter yang isi survei tidak bergabung jadi member, hasil survei tadi tetap dihargai Rp 2.000,- mau? Coba aja....

Kaos Distro NATGEO National Geographic

Kaos Distro NATGEO National Geographic My Trip My Adventure Peta Indonesia Sablon Kuning Emas


BAHAN SPANDEK
UKURAN ALLSIZE/ BODYFITS'
SIZE L (50cm X 70cm)
 

 

Kaos Singlet Distro Natgeo National Geographic Simple Hitam


Kaos Dalam / Singlet Distro

Bahan
Polyester (65%) + Algodon (35%)

Bodyfits'
Ukuran Lebar 47cm & panjang 70cm


Kaos Singlet Distro Natgeo National Geographic My Trip My Adventure Jejak Sepatu


Kaos Dalam / Singlet Distro

Bahan
Polyester (65%) + Algodon (35%)

Bodyfits'
Ukuran Lebar 47cm & panjang 70cm

 

Mau Balas Budi atau Mau Tidak Tahu Diri?

Mau Balas Budi atau Mau Tidak Tahu Diri?? 

Kalau belum bisa membalas budi seseorang yang pernah membantu kita, setidaknya ya jangan jadi orang yang 'lupa kulit'. Bersikap baiklah.
 
Ada kalanya, punya hutang budi itu membuat kita seperti punya hutang sebegitu besarnya yang seakan ingin segera mengembalikan kebaikan pula.
 
Punya hutang duit enak. Tinggal menghitung jumlah dan kembalikan begitu saja. Tapi, berhutang budi sama orang itu terikat sepanjang masa.
 
Yang jelas, jangan pernah melupakan siapa pun org yg sudah sangat besar berjasa mengangkat kita hingga, mungkin kita pny perbaikan status sosial.
 
Kesadaran akan balas budi itu berhubungan dgn mental kita. Banyak orang2 yang melupakan hutang budi. "Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang."
 
Kita ini semakin berkurang usia. Semoga selalu ada waktu untuk merenung. Siapa orang yang sudah turut membantu kita hingga, kita sukses.
 
Tidak ada hal yang lebih mengharukan jika, kita mampu menjaga silaturrahmi dgn orang yg sudah pernah baik dengan kita. Dia berharap sapamu!
 
Beliau2 'berharap sapamu!' Bukan berharap jawabanmu, "Ada apa?" Kala beliau2 ingin menyapamu terlebih dahulu. Itu bukan jawaban yang hangat.
 
Semua sisi kehidupan itu punya etikanya masing2. Semua ingin dijaga agar mampu menjaga perasaan siapa pun yang bersinggungan dengan kita.
 
Jadi, jangan pernah menyakiti beliau siapa pun yang pernah membantu kita melewati kesulitan. Belajarlah mengingat proses. 
Arie Pudjiarso 

Tantangan Pahlawan Zaman Sekarang





Majawati Oen



Indonesia sudah merdeka selama 70 tahun, ibarat orang sudah berusia sepuh, kaya pengalaman dan pensiun. Sudah mempunyai anak dan cucu sebagai penerus. Dalam usianya yang ke-70 tahun Indonesia masih harus selalu berjuang untuk bisa menyejahterakan rakyatnya. Meskipun sudah menjadi negara maju dan melakukan pembangunan di berbagai bidang, tetapi permasalahan bangsa ini masih banyak. Kesejahteraan rakyatnya masih belum merata, polah pejabatnya yang korup juga masih berderet, ketergantungan pada BBM juga membuat stabilitas perekonomian beberapa kali terguncang. Belum lagi tuntutan kenaikan gaji buruh.

Sejak merdeka sampai sekarang, ternyata persoalan bangsa tetap datang silih berganti hanya beda bentuknya. Dengan demikian, sebenarnya setiap generasi punya persoalan dan perjuangan sendiri untuk mengatasinya. Setelah merdeka, tidak berhenti! Akan selalu datang masalah-masalah baru yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Jika demikian, maka setiap generasi membutuhkan pahlawan di zamannya. Pahlawan yang kita kenal sebagai orang-orang yang berjasa memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan tercatat dalam sejarah adalah sekelompok orang yang menjadi pahlawan di zamannya. Para pahlawan yang dikenal dan dikenang secara meluas.

Sesungguhnya masih ada pahlawan-pahlawan lain yang sesudah kemerdekaan kurang mendapat julukan lagi. Sebutan pahlawan yang diangkat di zaman ini seperti pahlawan tanpa tanda jasa sebagai julukan untuk guru dan pahlawan devisa untuk TKI. Pahlawan yang lainnya masih banyak, hanya belum dijuluki. Menyambut Hari Pahlawan tahun 2015, saya tergugah untuk menuliskan tentang pahlawan zaman sekarang. Untuk menjadi pahlawan apakah harus mendapat pengakuan? Menurut saya tidak.

Di zaman yang makin terdesak oleh era globalisasi, ketika segala sesuatu bergerak dengan cepatnya, sebenarnya siapapun bisa menjadi pahlawan di posisinya masing-masing. Hal-hal kecil dan sederhana yang dilakukan sepenuh hati dan dengan niat baik, tekun dan berada pada garis kebenaran adalah bentuk kepahlawanan yang tidak terkuak, tetapi sangat dirasakan manfaatnya oleh orang-orang di sekitarnya.

Siapa saja yang bisa jadi pahlawan?

Seorang ibu yang mengurus rumah tangganya dengan baik, mengasuh anak-anaknya menjadi orang yang berguna dan sukses. Seorang ayah yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya. Seorang pegawai yang bekerja tekun, jujur dan loyal. Seorang polisi yang menegakkan kebenaran. Seorang pebisnis yang fairplay. Seorang pemimpin yang bijaksana. Seorang pejabat yang mau melayani rakyat, yang tidak aji mumpung atas jabatannya. Seorang murid yang belajar dengan giat, seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, dan lain-lain. Siapapun bisa jadi pahlawan, tak harus menunggu menjadi sosok yang berpengaruh di masyarakat, tak harus menduduki jabatan penting dan terhormat?

Seperti kita tahu, apa saja sifat-sifat kepahlawanan itu? Rela berkorban, pantang menyerah, berani membela kebenaran, berjuang sampai titik darah penghabisan, ikhlas menolong siapa saja. Sejak kecil kita dikenalkan pada para pahlawan bangsa dengan teladan-teladannya, tetapi seringkali semua itu hanya sebagai ilmu yang terlewatkan setelah kita ulangan. Nilai-nilai luhur kepahlawanan justru mulai luntur karena kita merasa sudah merdeka dan kita disibukkan dengan upaya-upaya memenuhi kebutuhan hidup dan memperkaya diri.

Indonesia masih butuh pahlawan

Apa kita masih perang, sehingga butuh pahlawan? Ya. Perang di zaman ini memang beda bentuknya. Kita masih berperang melawan ketidakadilan, kurangnya pemerataan, perang melawan korupsi, perang melawan bobroknya birokrasi, perang melawan sistem pengelolaan keuangan negara yang masih sering bocor dan tidak hemat. Kita juga perang melawan rusaknya mental bangsa, melawan kemacetan, melawan sikap hedonisme. Kita juga berperang melawan usaha-usaha sebagian kelompok masyarakat yang ingin menggerogoti ideologi negara, Pancasila. Masih banyak persoalan bangsa yang harus kita perangi. Belum lagi perang melawan diri sendiri terhadap kemalasan, mau menang sendiri, ketidakpedulian dan lain-lain.

70 tahun setelah merdeka ternyata sikap-sikap kepahlawanan itu mulai luntur, semangat yang berkobar di dada pahlawan dengan perjuangan tanpa kenal lelah sampai kehilangan nyawa tak lagi merebak di dada orang Indonesia masa kini. Mereka masih berpedoman bahwa pahlawan adalah sosok yang memegang bambu runcing, memakai ikat kepala merah putih dan berperang dengan penjajah. Tak sadar bahwa dirinya sendiri saat ini juga menghadapi “penjajah” dalam bentuknya yang berbeda. Tidak ada bentuk fisik lawannya, tetapi tanpa disadari telah menggerogoti bangsa ini.

Penjajah yang paling sulit dilawan adalah ego diri. Kita tak lagi dijajah oleh bangsa lain. Kita dijajah oleh bangsa kita sendiri karena sulitnya mengatasi perbedaan pendapat. Bangsa Indonesia berhenti, jalan di tempat ketika elite politiknya saling ngotot dan tidak bisa mengatasi perbedaan yang terjadi. Bangsa Indonesia sudah terjajah oleh kebijakan yang salah selama bertahun-tahun dalam pengelolaan kekayaan negara. Kita ini katanya kaya akan sumber daya alam, tetapi kita juga sekaligus miskin karena terjerat oleh harga BBM. Kita juga terjajah oleh kesalahan sistem dalam pengambilan kebijakan yang selalu berganti-ganti karena pengelolanya ganti. Banyak biaya besar yang terbuang percuma dan rakyat tak bisa berbuat apa-apa. Dengan demikian perjuangan para pahlawan di negara ini masih harus diteruskan, dan masih dibutuhkan pahlawan-pahlawan untuk berperang melawan “penjajah baru”.

Tantangan pahlawan masa kini

Pahlawan masa kini tak perlu atribut, pahlawan masa kini cukup dimulai dengan niat dan tindakan. Siapa saja bisa menjadi pahlawan di posisinya masing-masing dengan meneladan sikap para pahlawan. Menjadi generasi yang tidak membebani negara karena bersikap yang kurang terpuji, menjadi generasi yang lebih suka mendahulukan kewajibannya daripada memperjuangkan tuntutannya. Menjadi generasi yang bisa memberi solusi dan bukan pintar mengkritisi saja. Perjuangan bangsa Indonesia masih banyak dan panjang, setiap generasi membutuhkan pahlawan. Bukankah untuk menjadi pahlawan, tak harus selalu dicatat sejarah. Hal yang terpenting adalah kiprah sang pahlawan mempunyai nilai manfaat nyata, meskipun itu bukan sesuatu yang besar hingga menggemparkan jagad atas upaya perjuangannya dan tidak membuatnya jadi orang terkenal.

Bersyukur, saat ini mulai muncul sosok-sosok yang berani beda dalam berkiprah. Mereka adalah pahlawan masa kini yang aksinya dapat menginspirasi banyak orang melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat di sekelilingnya. Semoga makin bermunculan pahlawan masa kini yang dapat menumpas “penjajah baru” dan dapat membawa pencerahan kepada bangsa Indonesia.
 

Selamat Hari Pahlawan



SANGGAR BAHASA SEBAGAI ALAT REFERENSIF SEKOLAH DAN ORGANISASI



BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Sanggar bahasa merupakan kegiatan yang mengkaji, memproduksi, dan mengkreasikan bahasa Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan bahasa Indonesia, seperti majalah sekolah, majalah dinding, penyuntingan bahasa, kepewaraan, dan pidato.

Secara garis besar, fungsi sanggar bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi dua fungsi: (1) sosial, (2) personal atau individual. Sanggar bahasa Indonesia berfungsi sosial: (a) menjadi alat pemersatu warga sekolah, (b) alat berkomunikasi, (c) alat edukatif. Dalam kaitannya dengan fungsi personal individual, sanggar bahasa dan sastra Indonesia berfungsi ekspresif, regulatori, referensial, heuristik, estetik, dan kreatif.

Untuk mengoptimalkan fungsi tersebut, maka diperlukan pembahasan mengenai hubungan antara sanggar bahasa Indonesia dengan analisis bahasa dan pengajaran bahasa sebagai pedoman dasar seorang guru dalam membimbing pelaksaan sanggar bahasa di sekolah. Melalui analis bahasa dan pengajaran bahasa, guru dapat membimbing siswa untuk berkarya dengan memperhatikan kaidah tata bahasa Indonesia dan ejaan yang baik dan benar. Oleh karena itu, kami menyusun makalah berjudul “Hubungan antara Sanggar Bahasa dengan Analisis Bahasa dan Pengajaran Bahasa” sebagai dasar dalam pelaksanaan sanggar bahasa.



B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian sanggar bahasa?

2.      Apa pengertian referensi?

3.      Apa fungsi alat referensi warga sekolah?

4.      Apa fungsi alat referensi organisasi?



C.     Tujuan

1.      Mengetahuai apa pengertian sanggar bahasa.

2.      Mengetahuai apa pengertian referensi.

3.      Mengetahuai apa fungsi alat referensi warga sekolah.

4.      Mengetahuai apa fungsi alat referensi organisasi

 



BAB II

PEMBAHASAN



A.    Pengertian Sanggar Bahasa

Sanggar bahasa dan sastra Indonesia adalah kegiatan yang mempelajari, mengkaji, memproduksi, dan mengkreasikan bahasa dan sastra Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Kegiatan yang berkaitan dengan bahasa Indonesia misalnya majalah sekolah, majalah dinding, penyuntingan bahasa, kepewaraan, dan pidato. Kegiatan yang berkaitan dengan sastra Indonesia misalnya apresiasi puisi, apresiasi cerpen, drama radio, dan drama panggung.

B.     Pengartian Referensi

Kata referensi berasal dari inggris reference dan merupakan kata kerja to refer yang artinya menunjukan kepada. Buku referensi adalah buku yang dapat memberikan keterangan topik perkataan, tempat, peristiwa, data statistika, pedoman, alamat, nama orang, riwayat orang-orang terkenal. Pelayanan referensi adalah pelayanan dalam menggunakan buku-buku referensi.

Referensi adalah rujukan suatu untuk informasi yang dilakukan seseorang atau pustakawan untuk membantu seseorang mendapatkan informasi. 

C.     Fungsi Alat Referensi Warga Sekolah

Sanggar bahasa berfungsi :

1.       menjadi alat pemersatu warga sekolah.

2.       alat berkomunikasi.

3.       alat edukatif.

Selain itu, sanggar bahasa berfungsi juga sebagai alat referensi. Yaitu untuk mendapatkan rujukan suatu informasi yang dilakukan seseorang atau pustakawan untuk membantu seseorang mendapatkan informasi untuk warga sekolah. 

D.    Fungsi Alat Referensi Organisasi

Aktivitas Seorang organisasi sekolah (OSIS, PRAMUKA, DLL) yang Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa, mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, maupun masyarakat sekolah pada umumnya. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif dan dapat menjadi alat referensi pembaca.

 
 

BAB III
PENUTUP





A.    Kesimpulan



1.     Sanggar bahasa merupakan salah satu tempat bagi siswa untuk mengkaji, memproduksi, dan mengkreasikan bahasa Indonesia dalam berbagai ragam dan tujuan. Kegiatan tersebut berupa penulisan majalah sekolah, majalah dinding, kepewaraan, dan pidato.

2.  Referensi adalah rujukan suatu untuk informasi yang dilakukan seseorang atau pustakawan untuk membantu seseorang mendapatkan informasi. 

3. Selain itu, sanggar bahasa berfungsi juga sebagai alat referensi. Yaitu untuk mendapatkan rujukan suatu informasi yang dilakukan seseorang atau pustakawan untuk membantu seseorang mendapatkan informasi untuk warga sekolah. 

4.   Aktivitas Seorang organisasi sekolah (OSIS, PRAMUKA, DLL) yang Produktif dan Kreatif dalam Sanggar Bahasa, mengharuskan adanya aktivitas yang menghasilkan karya bahasa dan sastra Indonesia. Hasil ini harus bermanfaat baik bagi diri siswa, guru, kepala sekolah, pegawai sekolah, maupun masyarakat sekolah pada umumnya. Di dalam sanggar semua yang terlibat juga harus kreatif dan dapat menjadi alat referensi pembaca.




Suara Ledakan dan Kilatan Api, Meteor Jatuh di Bengkulu?


Ilustrasi (istimewa)
Pemudasilampari.blogspot.com,- Lubuklinggau- Warga perbatasan Kabupaten Rejanglebong dan Kepahiang Provinsi Bengkulu, Senin, malam dikejutkan dengan suara dentuman keras yang diduga meteor jatuh.

Warga Desa Pelalo, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejanglebong, Gunardi, mengatakan sekitar pukul 19.00 WIB, ia dan sejumlah rekannya melihat kilatan cahaya di langit Rejanglebong yang disusul dengan bunyi ledakan besar dari dalam hutan.

Saksi mata lain, Rachmat Miko, warga Desa Penanjung Panjang Kabupaten Kepahiang, juga mengaku mendengar bunyi keras pada waktu yang sama. Bahkan dia sempat menduga ada sebuah pesawat yang jatuh di tengah hutan. 
"Setelah kilatan itu lalu ada bunyi dentuman atau mirip ledakan keras, tapi kami tidak tahu posisinya," katanya.

"Kami sempat menduga itu adalah sebuah pesawat yang terbakar lalu jatuh ke hutan, tetapi menurut warga di sini, benda itu diduga sebuah meteor," terang Rahmat.

Kepala BMKG Stasiun Goefisika Kepahiang Bengkulu, Litman mengatakan, pihaknya saat ini sedang menuju lokasi dan akan memastikan apakah benar benda langit yang jatuh itu sebuah meteor atau bukan.

"Alat kami tidak bisa mendeteksi secara tepat jenis benda yang jatuh itu, tetapi sekarang petugas kami sudah berangkat ke lokasi untuk memastikannya," jelas Litman.