Berapa penghasilan YouTuber? Kamu bisa jadi penasaran dengan hal ini.
Apalagi jika kamu pun memiliki keinginan untuk menjadi YouTuber, kamu
tentunya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penghasilannya, bukan?
Apa Itu YouTube? Bagaimana Konsep Mendapat Uang dari YouTube?
YouTube bisa dibilang sebagai situs web berbagi video terbesar dan
terpopuler di dunia saat ini. Banyak orang khususnya milenial yang
mendapatkan uang jutaan bahkan miliaran dengan cara bekerja sebagai content creator YouTube.
Mungkin wajar saja karena penghasilan youtuber Atta Halilintar selama sebulan
berkisar US$ 30,6 ribu-US$489,3 ribu atau Rp439 juta-Rp7 miliar atau
Baim Paula (Baim Wong dan Paula Verhoeven) sekitar US$ 54,4 ribu-US$
870,4 ribu atau Rp781 juta-Rp12 miliar. Sumber penghasilan vlogger atau
YouTuber berasal dari AdSense alias program kerjasama periklanan melalui
media internet milik Google. AdSense inilah yang menjadi cara dapat uang dari internet bagi para creator.
Banyak sedikitnya penghasilan dari iklan yang didapat tergantung dari
seberapa banyak jumlah penonton yang melihat atau mengakses iklan di
unggahan videonya. Semakin banyak jumlah penonton yang melihat iklan
maupun mengklik iklannya, tentu semakin banyak juga penghasilan yang
diberikan YouTube kepada para pemilik akun.
Walau bagi penonton iklan amat mengganggu, nyatanya di sisi lain para
pembuat konten menggantungkan hidupnya lewat sistem itu. Jadi wajar
saja bila hampir semua YouTuber mengaktifkan iklan AdSense di video
mereka. Seorang YouTubers bisa mendapat AdSense bila sudah memiliki
1.000 subscriber. Nah, untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak uraian Pemuda Silampari secara lebih rinci berikut ini, yuk!
Sumber Penghasilan YouTuber
Penghasilan YouTuber pemula maupun profesional 2020 setidaknya bisa
didapat dari tiga pihak yakni: langsung dari YouTube, perusahaan
komersial atau pihak ketiga yang ingin produk usahanya diiklankan, dan
dari penjualan barang atau jasa yang YouTubers jual sendiri. Supaya
lebih jelas kamu bisa simak penjelasannya penghasilan youtuber di bawah
ini
1. YouTube Ads
Pihak YouTube akan memberikan komisi penghasilan kepada pemilik
channel yang memenuhi persyaratan setiap bulannya untuk mendukung biaya
operasional dan hidup para YouTuber yang rutin mengunggah video ke
websitenya. Istilah yang digunakan sejatinya bukan gaji atau
penghasilan, melainkan pembagian komisi dari YouTube ads/AdSense.
Pasalnya, YouTube menempelkan iklan dari klien yang pada video sang
pemilik akun. Kebijakan itu membuat para content creator akan mendapatkan uang berdasarkan seberapa banyak jumlah penonton yang melihat atau mengakses iklan di unggahan videonya.
2. Affiliate Marketing
Affiliate marketing alias pemasaran afiliasi merupakan sebuah
hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara YouTuber dan
perusahaan komersial. Penghasilan YouTuber indonesia ini didapat setelah
seorang content creator memasarkan produknya. Jadi pertama-tama
harus ada kesepakatan kerja sama antara pihak e-commerce dan pemilik
channel. Selanjutnya, YouTuber akan mengiklankan tentang produk atau
promo yang sedang dibuat oleh perusahaan itu di video unggahannya.
Selanjutnya YouTubers bisa memberi tahu kode promo kepada viewers dan
kode itu akan dimasukkan oleh pembeli bila ingin berbelanja dan dapetin
diskon atau semacamnya. Kode itu juga sebagai identitas bahwa pihak
YouTuber telah berhasil menggaet 1 pembeli dari kanalnya. Semakin banyak
orang yang menggunakan kode promo itu, semakin banyak pula pemasukan
yang didapat YouTuber.
3. Endorsement
Selain affiliate marketing, endorsement juga paling umum
didapat para YouTuber. Kabarnya beberapa YouTuber mematok bayaran
sekitar Rp750 ribu per 1.000 penonton. Pastinya kamu sering melihat
video endorsement di awal, tengah maupun akhir video idola kamu saat
memperkenalkan sebuah produk tertentu. Biasanya produk yang dipromosikan
memiliki keterkaitan sama isi konten yang dibuat. Tujuan mereka
menyelipkan iklan untuk mendapat keuntungan dari metode endorsement.
Istilah itu amat populer untuk media sosial Instagram, termasuk juga
YouTuber.
4. Jualan
Sumber penghasilan YouTuber lainnya yakni dari penjualan. Cara satu
ini memang paling sedikit dibanding cara di atas lainnya. Rata-rata yang
memanfaatkan metode ini yakni perusahaan besar yang mengiklankan
langsung produknya lewat video yang diunggah oleh pihak adminnya.
Terdapat pula sosok YouTuber yang memasarkan produknya dalam kegiatan
sehari-hari. Sebut saja Raffi Ahmad lewat produk pakaian RA dan Atta
Halilintar yang memperkenalkan brand dengan nama AHHA.
Syarat Mendapatkan Penghasilan dari YouTube
Sumber penghasilan YouTuber 1 juta subscribers maupun 1000
subscribers biasanya berasal dari iklan. Caranya adalah dengan melakukan
monetisasi channel sehingga penonton video di channel YouTube
kamu akan melihat iklan sebelum video dimulai. Tentu ada beberapa
syarat-syarat yang ditentukan oleh YouTube sebagai syarat monetisasi
YouTube yang harus kamu penuhi:
- Memiliki lebih dari 4000 jam waktu tonton publik selama 12 bulan terakhir
- Memiliki lebih dari 1000 subscriber
- Punya akun AdSense yang ditautkan
Kamu bisa mengikuti semua persyaratan dari YouTube. Setelah kamu
mendaftarkan monetisasi, YouTube akan melakukan peninjauan yang
membutuhkan waktu sekitar satu bulan atau lebih.
Berapa Penghasilan dari YouTube? Bagaimana Cara Menghitungnya?
Bagaimana cara mengecek penghasilan YouTuber? Seorang YouTuber baru
bisa mendaftar AdSense bila sudah memiliki 1.000 subscriber. Pasalnya
adanya perhitungan Cost Per Mille (CPM) atau Biaya Per 1.000.
YouTuber Amerika Serikat (AS) bisa mendapatkan 2 USD atau Rp29.462 per
1000 view, sementara di Indonesia, angkanya hanya 0,5 USD atau Rp7.365.
Selain CPM, terdapat pula Cost Per Click (CPC) atau Biaya Per
Klik yakni uang yang didapat seorang YouTuber per klik iklan di
videonya. CPC di Indonesia adalah Rp5.000 per klik. Masalahnya setiap
1000 view hanya ada 3 klik iklan sehingga Click-Through Rate (CTR) yang didapat hanya 0,3 persen.
Dari ilustrasi di atas, kamu bisa mengetahui pendapatan YouTuber 1000 subscriber berapa rupiah menggunakan rumus Revenue Per Impression
(RPM). Rumus ini untuk menghitung uang yang akan didapatkan dari setiap
1.000 penayangan iklan pada seluruh video di channel YouTube.
RPM yang akan didapat di Indonesia sekitar Rp7.000, sementara di AS
bisa 1 USD atau Rp14.731. Walau begitu, RPM bergantung pada jenis dan
harga iklan yang tayang, negara asal YouTuber, kategori video, kualitas traffic, adblock, dan jumlah klik pada iklan.
Rumus RPM = (penghasilan tertaksir/jumlah tampilan halaman) x 1000
Misalnya bila kamu mendapatkan penghasilan 0,15 USD dari 25 view,
penghasilan yang didapat yakni (0,15/25) x 1000 = 6 USD atau Rp88.387.
Angka ini bisa disesuaikan dengan data statistik di akun YouTube
milikmu.
Lalu berapa gaji youtuber 1000 subscriber ke atas? Channel Kuliah
Sore yang sekarang punya 213 ribu subscriber memaparkan pendapatannya
saat masih memiliki 1.000 subscriber sampai Mei 2019. Penghasilan mereka
saat itu antara Rp700.000 sampai Rp10.000.000 per bulan.
Bila menurutmu angka 10 juta besar untuk YouTuber dengan 1000
subscriber, faktanya mereka hanya mendapatkan Rp2.800.000 bila dilihat
secara real berdasarkan YouTube Analytics.
Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki Effective Cost Per Mille
(eCPM) yang lebih rendah dibanding negara lain. YouTuber AS bisa
mendapatkan minimal Rp14.000 per 1.000 view, sementara YouTuber
Indonesia mendapatkan sekitar Rp7.000 per 1.000 view, atau setengah dari
yang didapatkan YouTuber AS.
Bila channel kamu masih memiliki 1000 subscriber ke bawah, tentu
tidak akan mendapatkan penghasilan karena belum bisa mendaftar YouTube
AdSense. Jadi sudah tahu kan 1000 view youtube berapa dollar 2020?
Kenapa Views Banyak, tapi Penghasilan YouTube Kecil?
Seperti diketahui biaya Per 1.000 view tayangan iklan di YouTube
Indonesia berkisar Rp7.000-an. Besar atau kecilnya jumlah penghasilan
yang didapat bisa karena tidak banyak iklan yang ditampilkan dalam video
YouTube. Apakah bila kamu mendapatkan 1.000.000 views dengan RPM 7.000
maka akan mendapatkan Rp7.000.000?
Perhitungan tidak demikian karena pihak YouTube akan menghitung
berapa kali penayangan iklan dalam video itu. Misalnya bila dari
1.000.000 views kamu mendapatkan 500.000 penayangan iklan, maka dengan
RPM 7.000 pendapatan kamu adalah Rp3.500.000. (Perhitungannya jumlah
tayangan iklan/1.000*RPM: 7.000 rupiah)
Selanjutnya dari Rp3.500.000, YouTube akan menerapkan sistem bagi
hasil yakni 45% untuk YouTube (Rp1.575.000) dan 55% akan diberikan pada
pemilik akun YouTube atau creator (Rp1.925.000). Jadi pendapatan bersih
yang akan kamu terima Rp1.925.000 dari total 500.000 penayangan iklan
Contoh di atas hanya gambaran kasar dan bisa jadi penghasilan yang
didapat bisa lebih besar atau lebih kecil dari perhitungan di atas.
Terlebih ada faktor seperti potensi pengguna browser yang menggunakan
aplikasi pemblokir iklan.
Penghasilan AdSense Bukan Sumber Pendapatan Utama Para YouTuber
Pada poin di atas sudah disinggung cara mengecek penghasilan YouTuber
beserta sumber penghasilannya dari mana saja. Misalnya dari YouTube
ads, endorsement, program afiliasi, sampai menjual produknya sendiri.
Setiap YouTuber memang memiliki besaran sumber penghasilan yang
berbeda-beda.
Salah satu YouTuber ternama, James Beattie, mengaku bila iklan di
YouTube hanya menyumbang sekitar 3% dari total pendapatan per bulan.
Mayoritas pendapatannya malah berasal dari endorse, affiliate marketing
atau brand deals.
Khusus untuk brand deals, umumnya program ini hanya berlaku bagi
YouTuber dengan jumlah subscriber dan viewer tinggi maupun orang-orang
yang dianggap dapat membawa pengaruh positif pada produk yang akan
diiklankan. Brand deals tentu merupakan program di luar dari sistem
periklanan Google dan harga yang didapat tidak akan sama.
Selain itu, penghasilan YouTuber lainnya bisa berupa penjualan produk
atau jasa dengan memanfaatkan banyaknya subscriber setia. Jadi kamu
tidak perlu mahal-mahal bayar biaya iklan di Google. Cukup promosikan
jualan secara organik di YouTube kamu sendiri.
Pajak untuk Penghasilan YouTuber
Regulasi perpajakan terhadap YouTuber sejatinya masih abu-abu
sehingga memiliki berbagai metode penghitungan. Sejatinya ada tiga ragam
metode penghitungan pajak YouTuber yang paling umum yakni:
1. Perhitungan Pajak Berdasarkan PER-17/PJ/2015
Cara menghitung pajak penghasilan youtuber pertama yakni merujuk pada
Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 tentang Norma Penghitungan
Penghasilan Neto. Penghasilan para YouTuber bisa masuk ke dalam dua opsi
menurut Lampiran I peraturan Dirjen pajak di atas yakni:
Pekerjaan mereka merupakan kegiatan hiburan, seni, kreativitas lainnya, besaran norma yang dikenakan sebesar 35%.
Kegiatan pekerja seni, besaran norma yang dikenakan sebesar 50%.
2. Perhitungan Pajak Berdasarkan PPh Final
Selain menggunakan metode norma di atas, kamu bisa menggunakan
ketentuan dari perhitungan PPh final 0,5% yang merujuk pada Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh
Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
Supaya lebih jelas, kamu bisa melihat contoh cara mengecek penghasilan youtuber dan perhitungan pajaknya di bawah ini:
Penghasilan YouTuber Gita Savitri Devi mencapai $389-$6.200 per bulan
atau setara dengan kisaran Rp5,8 juta-Rp94 juta berdasarkan data yang
diperoleh dari situs Socialblade. Sementara penghasilannya selama 1
tahun bisa mendapatkan $4.700-$74.700 atau setara dengan Rp70 juta-Rp1,1
miliar.
Bila Gita Savitri punya penghasilan Rp1,1 miliar per tahun dan metode
pembayaran pajaknya berdasarkan perhitungan PPh final 0,5%, maka
perhitungannya sebagai berikut:
Penghasilan bruto x 0,5% = Iuran pajak per tahun
Rp1.100.000.000 x 0,5% = Rp5.500.000 (Pajak yang harus dibayar oleh Gita Savitri per tahunnya).
Tapi angka penghasilan YouTuber di atas tidak bisa dijadikan patokan
karena angka yang ditampilkan situs menghitung pendapatan YouTuber
seperti Socialblade menggunakan algoritma secara universal. Artinya,
angka penghasilan para YouTuber disamaratakan dengan YouTuber yang ada
di dunia, sementara tarif para YouTuber berbeda-beda di setiap negara.
3. Berdasarkan Penghitungan Pajak Secara Umum dengan Mengadakan Pembukuan
Para YouTuber juga bisa menggunakan skema penghitungan pajak secara
umum, selain menggunakan metode di atas. Syaratnya, mereka harus
mengadakan pembukuan terlebih dahulu dengan menghitung setiap biaya yang
mereka keluarkan. Mulai dari biaya produksi sampai nilai ide yang
mereka buat. Tentunya amat sulit untuk menakar berapa nilai dari sebuah
ide yang mereka miliki.
Beragamnya metode penghitungan pajak YouTuber bisa saja membuat
mereka kebingungan. Tentunya bila peraturan tentang pajak YouTuber jelas
akan membuat mereka lebih patuh. Yang terpenting, penerimaan negara
dari pajak YouTuber akan sangat membantu meningkatkan penerimaan negara.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan oleh YouTuber Demi Mendapat Penghasilan Tinggi atau Banyak Cuan
Kamu harus tahu hal apa saja yang bisa bikin channel YouTube besar
dan menjadi sumber penghasilan YouTuber. Berikut beberapa hal yang harus
kamu perhatikan:
1. Pilih jenis konten yang sesuai dengan kamu
Terdapat banyak pilihan konten yang bisa kamu pilih. Beberapa konten
yang populer sebut saja berita terkini dan olahraga (news), musik,
gaming, vlog, review teknologi, kecantikan, kuliner, dan sebagainya.
Usahakan memilih konten yang kamu kuasai dan tentunya kau sukai
2. Riset keyword
Riset keyword menjadi langkah penting dalam cara dapat uang dari
YouTube. Dengan kata kunci yang tepat, kamu bisa membuat konten yang
benar-benar dicari oleh banyak orang. Gunakan Google Trends untuk
melakukan riset keyword untuk YouTube dan caranya sama dengan riset
keyword untuk blog atau website. Bedanya, kamu perlu mengganti kategori
pencarian menjadi YouTube.
3. Optimasi judul dan deskripsi
Kesan pertama selalu penting dan ini berlaku untuk banyak konten
entah itu artikel blog maupun video YouTube. Kamu harus merangkum
keseluruhan konten video secara singkat, padat, jelas, dan tentunya
mengandung focus keyword yang ditargetkan. Deskripsi video juga penting
dan minimal 250 kata. Masukkan focus keyword yang kamu targetkan di 25
kata pertama dan ulang focus keyword itu sebanyak dua sampai empat kali.
4. Manfaatkan tag
Tag bisa membantu Google dan YouTube untuk memahami konteks video
kamu. Kamu bisa tambahkan kata kunci yang kamu targetkan. Selanjutnya
tambahkan variasi atau LSI keyword dari kata kunci tersebut. Tambahkan
kata kunci lain yang masih berkaitan dengan focus keyword.
5. Promosikan video di media sosial
Kekuatan media sosial juga amat berguna untuk mempromosikan channel
YouTube seseorang. Kamu bisa aktif membagikan video YouTube di media
sosial maupun forum-forum online. Mulai dari Instagram, WhatsApp, LINE,
Kaskus, Twitter, Facebook, , hingga Quora. Ikuti juga grup-grup di
Facebook atau Kaskus yang sesuai dengan tema channel YouTube milik kamu.
Daftar YouTuber Indonesia dengan Penghasilan Tertinggi
Berapa penghasilan YouTuber Indonesia tertinggi? Tentu jumlahnya
sudah menyentuh angka miliaran. Berikut penghasilan YouTuber Indonesia
2020 yang patut kamu ketahui.
1. Baim Wong dan Paula Verhoeven (Baim Paula)
- Jumlah subscribers: 17.1M subscribers
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.106
- Jumlah penonton (akumulatif): 2,61 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 59.300-US$ 949.100 setara Rp830,20 juta-Rp13,29 miliar (kurs Rp14.000 per dollar AS).
2. Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (RANS Entertainment)
- Jumlah subscribers: 18,8 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.792
- Jumlah penonton (akumulatif): 3,45 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 48.500-US$ 776.200 setara Rp679 juta-Rp10,87 miliar
- Jumlah subscribers: 12,7 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 748
- Jumlah penonton (akumulatif): 1,97 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 34.600-US$ 553.500 setara Rp484,40 juta-Rp7,75 miliar.
4. Andre Taulany (Taulany TV)
- Jumlah subscribers: 4,61 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 426
- Jumlah penonton (akumulatif): 616 juta
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 30.600-US$ 489.500 setara Rp428,40 juta-Rp6,85 miliar
5. Atta Halilintar
- Jumlah subscribers: 26,1 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.118
- Jumlah penonton (akumulatif): 2,99 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 27.500-US$ 439.800 setara Rp385 juta-Rp 6,16 miliar
6. Ria Ricis (Ricis Official)
- Jumlah subscribers: 23,4 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.160
- Jumlah penonton (akumulatif): 3,3 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 24.800-US$ 396.500 setara Rp347,20 juta-Rp5,55 miliar
7. Gen Halilintar
- Jumlah subscribers: 17,1 miliar
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 782
- Jumlah penonton (akumulatif): 2,72 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 22.100-US$ 354.000 setara Rp309,40 juta-Rp4,96 miliar.
8. Arif Muhammad
- Jumlah subscribers: 11 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 247
- Jumlah penonton (akumulatif): 2,062 miliar
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 21.500-US$ 344.500 setara Rp301 juta-Rp4,82 miliar.
9. Entis Sutisna/Sule (Sule Channel)
- Jumlah subscribers: 6,56 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1.763
- Jumlah penonton (akumulatif): 791 juta
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 16.000-US$ 255.600 setara Rp224 juta-Rp 3,58 miliar.
10. Anang dan Ashanty (The Hermansyah A6)
- Jumlah subscribers: 4,44 juta
- Jumlah video yang diupload (akumulatif): 1,033
- Jumlah penonton (akumulatif): 753 juta
- Proyeksi pendapatan per bulan: US$ 14.900-US$ 238.900 setara Rp208,60 juta-Rp3,34 miliar.
Cara mengecek/melihat penghasilan YouTuber salah satunya melalui
situs Social Blade. Website ini bisa menampilkan ranking seorang
YouTuber secara global, perkiraan penghasilan bulanan, ranking dari
dalam negeri, perkiraan penghasilan tahunan, dan total subscriber dan
view per minggu.
Daftar YouTuber Luar Negeri dengan Penghasilan Tertinggi
Rasanya kurang lengkap bila belum mengetahui daftar YouTuber luar
negeri dengan penghasilan tertinggi. Berapa penghasilan YouTuber
tertinggi di luar negeri? Tentunya angkanya sudah mencapai puluhan
miliar. Berikut daftarnya biar kamu tidak penasaran.
1. Ryan Kaji
- Pendapatan: US$ 29,5 juta
- Jumlah video: 1.876
- Jumlah penonton (akumulasi): 43,2 miliar
- Subscribers: 27,6,7 juta
2. Mr. Beast (Jimmy Donaldson)
- Pendapatan: US$ 24 juta
- Jumlah video: 697
- Jumlah penonton (akumulasi): 8,2 miliar
- Subscribers: 48,3 juta
3. Dude Perfect
- Pendapatan: US$ 23 juta
- Jumlah video: 250
- Jumlah penonton (akumulasi): 12 miliar
- Subscribers: 54, 5 juta
4. Rhett and Link
- Pendapatan: US$ 20 juta
- Jumlah video: 340
- Jumlah penonton (akumulasi): 910 juta
- Subscribers: 4,97 juta
5. Markiplier (Mark Fischbach)
- Pendapatan: US$ 19,5 juta
- Jumlah video: 4.833
- Jumlah penonton (akumulasi): 14 miliar
- Subscribers: 27,8 juta
6. Preston Arsement
- Pendapatan: US$ 19 juta
- Jumlah video: 3.711
- Jumlah penonton (akumulasi): 4,8 miliar
- Subscribers: 15,4 juta
7. Nastya (Anastasia Radzinskaya)
- Pendapatan: US$ 18,5 juta
- Jumlah video: 522
- Jumlah penonton (akumulasi): 48, 6miliar
- Subscribers: 65,9 juta
8. Blippi (Stevin John)
- Pendapatan: US$ 17 juta
- Jumlah video: 217
- Jumlah penonton (akumulasi): 8,1 miliar
- Subscribers: 10,7 juta
9. David Dobrik
- Pendapatan: US$ 15,5 juta
- Jumlah video: 621
- Jumlah penonton (akumulasi): 8 miliar
- Subscribers: 18 juta
10. Jeffree Star
- Pendapatan: US$ 15 juta
- Jumlah video: 387
- Jumlah penonton (akumulasi): 2,4 miliar
- Subscribers: 16,9 juta
Bagaimana, sudah tahu kan berapa penghasilan YouTuber dan
bagaimana menghitungnya? Selain beberapa cara di atas, cara melihat
penghasilan YouTuber lainnya juga bisa dilakukan melalui situs Social
Blade. Gaji YouTuber pemula 2020 maupun 2021 sejatinya tidak terlalu
besar. Namun, bila kamu konsisten melakukannya, segala jerih payahmu
akan terbayar. Sama halnya dengan menabung dan melakukan perencanaan
finansial. Kamu pasti bisa melakukannya dengan konsisten dan usaha
penuh. Salah satu cara terbaik untuk membuat perencanaan keuangan
terjamin adalah dengan memiliki asuransi. Apalagi jika kamu melek
teknologi, kamu juga bisa melindungi gadget kesayanganmu, seperti handphone dengan asuransi smartphone.
Kamu enggak perlu bingung karena Pemuda Silampari menyediakan beragam asuransi
termasuk asuransi smartphone dengan harga terjangkau untuk kamu. Yuk,
miliki perlindungan sejak dini untuk dirimu hingga aset yang kamu
miliki! Cek selengkapnya di Pemuda Silampari untuk temukan beragam informasi seputar keuangan, mulai dari cara mengelola keuangan, investasi seperti reksa dana pendapatan tetap, hingga asuransi, ya!